This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 Mei 2010

seniman swedia yang menghina rasulullah saw di berondong saat mengisi kuliah umum

Seorang seniman Swedia yang sentimen pada Muslim dengan menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai anjing, diserang pada Selasa (11/5) saat memberikan kuliah umum mengenai kebebasan seni di sebuah universitas di Swedia.

Lars Vilks mengatakan kepada Associated Press, seorang mahasiswa di barisan depan berlari ke arahnya dan memukul kepalanya saat memberi kuliah, kacamatanya rusak dan ia terluka. Saat ini masih belum jelas apa yang terjadi pada penyerang.

Vilks mengaku telah menghadapi berbagai ancaman atas gambar kontroversialnya, tapi insiden hari Selasa adalah serangan fisik pertama kali yang ia dapatkan.

Awal tahun ini, sejumlah analis AS mengatakan bahwa Vilks merupakan target dari rencana pembunuhan yang diduga melibatkan Colleen LaRose, seorang wanita Amerika yang dijuluki dirinya sendiri "Jihad Jane," dan yang sekarang menghadapi kehidupan di penjara.

Vilks mengatakan sekelompok orang berteriak dari barisan belakang dan mencoba untuk mengganggu ceramah sebelum insiden penyerangan terhadap dirinya terjadi di Universitas Uppsala.

Banyak dari peserta kuliah merangsek ke depan ruangan setelah serangan itu dan bentrok dengan penjaga keamanan saat Vilks meninggalkan ruangan tersebut, katanya.

Juru bicara Universitas Uppsala, Pernilla Bjork, Vilks saat itu mempertunjukkan film provokatif dengan konten porono pada mahasiswa ketika penyerang berlari dan meninju wajahnya.

Kantor berita Swedia TT kata polisi menahan dua orang selama keributan. Juru bicara polisi Uppsala Jonas Eronen mengatakan dia tidak bisa berkomentar karena ia tidak memiliki informasi yang cukup tentang insiden itu.

Pihak universitas mengatakan telah terjadi demonstrasi damai oleh umat Islam di luar kampus sebelum Vilks mulai menyampaikan 'ceramah'-nya, dan ada sekitar 250 orang yang menghadiri ceramahnya.

Bjork mengatakan, universitas telah berhubungan dengan polisi dan penjaga keamanan sebelum kuliah Vilks untuk memastikan keamanannya.

"Kami pikir itu tugas kami sebagai universitas yang untuk membahas isu-isu yang kontroversial," katanya. "Kami sangat menyayangkan bahwa hal ini telah menghasilkan kekerasan."

Vilks membuat sketsa kasar lebih dari setahun setelah 12 surat kabar Denmark menampilkan kartun Nabi SAW memicu protes dan kemarahan di sejumlah negeri Muslim pada tahun 2006.

Sebuah surat kabar Swedia kembali mencetak ulang gambar tersebut, yang menyebabkan protes lebih lanjut, dan menghidupkan kembali sebuah perdebatan yang sengit di Barat dan dunia Muslim tentang sensitivitas agama dan batas kebebasan berbicara.

Hal ini juga menyebabkan banyak ancaman kematian terhadap Vilks, yang sementara pindah ke lokasi rahasia setelah al-Qaida di Irak mengumumkan akan memberikan imbalan $ 100.000 untuk siapa saja yang bisa memenggal kepalanya pada bulan September 2007. (althaf/ans/arrahmah.com)

Senin, 10 Mei 2010

Masjid Terlalu Kecil, Jamaah Belgia Sholat Di Gereja

CHARLEROI (Berita SuaraMedia) – Selama dua minggu terakhir, para jamaah dari Masjid Gilly di Charleroi, Belgia, yang dikelola oleh asosiasi Ak-Touba, tidak memiliki tempat ibadah. Setelah meninggalkan Masjid pertama mereka, on Bois de Lobbes di Gilly, yang menjadi terlalu kecil, asosiasi itu pindah ke sebuah hangar di Ransart. Namun tempat itu ditutup untuk alasan keamanan dan kepemerintahan kota.

Mohammed, seorang jamaah di daerah itu, mengatakan bahwa pemerintah kota Charleroi memberikan mereka ruang aula di daerah Montignies-sur-Sambre, tapi solusi cepat itu hanya untuk sementara.

Dan sekarang, hingga tanggal 15 Mei nanti, Gereja Katolik Saint Lambert-lah yang menampung para jamaah Muslim.

Pendeta gereja, Henry Remy (89), mengatakan bahwa itu adalah sikap alamiah terhadap orang-orang yang beriman, dan bahwa dia akan merasa senang jika melihat banyak orang di jemaatnya seperti banyaknya jumlah jamaah Muslim.

Membuka gereja Saint Lambert untuk sholat Jumat dilakukan atas kesepakatan dengan pejabat tinggi gereja Gilly. Situasi ini sangat dihargai oleh kaum Muslim di asosiasi Ak-Touba.

Jamaah Muslim mengatakan bahwa mereka berharap pemerintah kota Charleroi akan memungkinkan mereka untuk segera kembali ke Masjid mereka di Ransart, tapi untuk sementara waktu ini, mereka sangat senang dapat melaksanakan ibadah, gereja atau Masjid, keduanya adalah tempat untuk menyembah Tuhan.

Sementara itu, pada bulan April lalu di Spanyol, bentrokan terjadi antara para wisatawan Muslim dengan petugas keamanan Katolik Roma di salah satu Masjid bersejarah dunia di Cordoba, dimana dua orang ditahan dan dua penjaga mengalami luka-luka.

Bentrokan tersebut pecah setelah para pengunjung mencoba menggelar sholat di bekas Masjid yang telah dijadikan katedral Kristen pada abad ke-13 tersebut, dimana seorang pastor lokal, Demetrio Fernandez, telah beberapa kali menghalangi kaum Muslim yang hendak beribadah di sana.

Setengah lusin anggota dari sekitar 100 Muslim asal Austria mencoba melaksanakan sholat di antara tiang-tiang bangunan, ketika para penjaga mengentikan mereka.

“Mereka mencoba memulai kekerasan lama,” tuding sang pastor dalam sebuah pernyataan.

Para penjaga tersebut lalu memerintahkan mereka untuk melanjutkan melihat-lihat isi “Masjid” seluas 24.000 meter tersebut.

“Namun nampaknya salah paham terjadi, dan bentrokan kembali tercuat. Dua orang penjaga terluka, dua orang wisatawan ditahan.”

Pertikaian mengenai peribadatan di “Masjid” Cordoba tersebut memang kerapkali terjadi karena pihak katedral selalu menghalangi kaum Muslim menggelar ibadah di sana.

Tahun lalu, Uskup Agung Seville yang baru, Juan Jose Asenjo, menolak sebuah proposal yang menyatakan bahwa kaum Muslim akan mengunjungi Masjid Cordoba untuk beribadah. Uskup berpendapat bahwa “berbicara mengenai perasaan relijius, banyak penduduk Cordoba yang akan merasa terhina dan itu akan menimbulkan masalah bagi kami, mereka, dan kota ini.”

Sekretaris serikat dagang UGT di provinsi Cordoba, Antonio Fernandez, mengusulkan bahwa kaum Muslim diperbolehkan beribadah di Masjid Cordoba.

“Itu akan menguntungkan dunia pariwisata di kawasan ini jika kaum Muslim melakukan perjalanan ke sini, yang akan berkontribusi pada kondisi ekonomi kota yang lebih baik,” ujar Antonio Fernandez.

Uskup Agung mempertanyakan dalam surat kabar Spanyol ABC, “Apa hubungannya kaum Muslim yang melakukan ibadah dengan diciptakannya lapangan kerja baru?”. Di sisi lain, ia mengatakan bahwa ia berharap dapat memiliki hubungan persaudaraan dengan saudara-saudara Muslim dan bekerjasama memperjuangkan perdamaian dan keadilan.

q